Langsung ke konten utama

Berlaku Adil Terhadap Pengikut Gahatar

Dimuat di RMOL.CO :

RICA Trihandayani mungkin bukan siapa-siapa. Ia hanya seorang dokter yang menetap di Jogyakarta bersama suami dan anaknya. Nama dokter tersebut akhir-akhir ini berhasil menyita ruang publik karna hilang secara misterius bersama seorang balitanya. Menghilangnya dokter ini disinyalir karna keinginannya bergabung dengan organisasi gerakan fajar nusantara (GAFATAR).

Gafatar merupakan perpanjangan dari sekte Al-Qiyadah al Islamiyah, Komunitas Millah Abraham (Komar), pimpinan nabi palsu Ahmad Mushaddeq. Hingga saat ini heboh soal Gafatar belum berlalu. Segala hal soal ormas ini jadi pembicaraan di kalangan pejabat. Dari mulai Istana, penegak hukum, sampai MUI. Mereka sepakat bahwa Gafatar adalah aliran sesat dan mengimbau masyarakat untuk menjauhinya.

Bukan salah Dr Rica semata bahwa dia akhirnya memilih bergabung dengan Gafatar. Faktor lingkungan juga berperan dalam membentuk pemahaman Rica terhadap suatu agama. Jangan lupa pula bahwa masyarakat, negara, hingga ulama pun sejatinya ikut bertanggung jawab. Radikalnya pemahaman seseorang terhadap agama sesungguhnya cermin dari lemahnya sekaligus wajah buruk pemahaman agama yang beredar dilingkungan masyarakat.

Selengkapnya basa di sini...

http://www.rmol.co/read/2016/01/22/232939/Berlaku-Adil-Terhadap-Pengikut-Gafatar-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis dan Sepenggal Sajak Kerinduan

Dimuat di Jombloo.co : Menjelang senja, dia kembali datang meneror. Menyusup begitu saja. Menerobos sarang persembunyianku seenaknya. Menelisip di bawah kamar kost tua yang selama ini kuhinggapi. Meraung-raung di belakang punggungku. Memukul dinding-dinding purba di selataran Ciputat yang megah. “Sebagai aktivis, PR-mu tinggal satu,  menulis ”. Aku diam saja. Terpekur di kamar kost yang mampet dan bau. “Kau lihat ini”, Katanya sambil mengacung-acungkan lembaran kertas di depan hidungku. “Aku sudah menulis tentang berbagai hal. Kali ini, sudah 3650 kata, 14 halaman sudah kutorehkan” dan ia melempar-lempar kertas itu ke atas seperti pemain sirkus memainkan empat bola. Aku hanya meliriknya. “Ayolah, akhiri 100 angka ini dengan ciamik. Tunjukkan bahwa memang kau telah melewati segala proses. Demam yang menyerangmu. Kebuntuan yang nyaris membuatmu gila. Masa belum juga sampai pada tahap pencerahan?” Dia terus nyerocos sambil mengepulkan asap dari mulutnya yang sinis. Aku masih...

Memakai Tradisi Masyarakat Islam

dimuat di Rakyat Merdeka : BULAN suci Ramadhan adalah bulan yang sangat penting dalam agama Islam. Yakni bulan di mana kitab suci Al-Quran diturunkan. Bulan Ramadhan disebut bulan penuh rahmat, karena didalamnya umat Islam akan mendapat pahala yang berlimpah sesuai dengan amal perbuatan yang dilakukannya. Maka wajar apabila setiap muslim akan sangat merindukan bulan suci tersebut, termasuk muslim Indonesia. Beragam tradisi umat IslamIndonesia turut mewarnai datangnya bulan penuh ampunan ini. Diantaranya yang terkenal ialah tradisi  padusan, megengan, nyadran  dan  sungkeman . Ini merupakan sebagian kecil dari ragamnya tradisi kita.  Baca selengkapnya disini... http://www.rmol.co/read/2015/06/11/205818/Memakai-Tradisi-Masyarakat-Islam-

Kembali Kepada Gelap

Sudah selesai Senja ku singgahi Saatnya aku bergegas Waktunya pulang kepada gelap Dan menceritakan kehilangan Dalam teguh simpul keikhlasan Dan diantara hujan dan berisiknya kota Masih ada senja abadi Di sanalah kita belajar bahwa hidup tak pernah sempurna Ciputat, 03-03-2016