Langsung ke konten utama

Ironi Negri Agraris

Dimuat di tangerangonline.id :

Manusia telah menyaksikan secara langsung betapa teknologi berpengaruh besar terhadap sektor-sektor kehidupan modern. Setelah revolusi industri diperancis, anggapan bahwa sains dan teknologi dapat membantu menciptakan dunia yang lebih baik terus tertanam dan terkonstruksi dalam pikiran setiap individu. Maka wajar saja apabila teknologi dengan industrialisasinya merambah dengan cepat keseluruh belahan dunia termasuk indonesia.Indonesia sebagai Negara berkembang perlahan dapat menyesuaikan dengan arus industrialisasi ini. Indonesia dengan sejarah peradaban besarnya terlihat mampu bersaing dengan negara-negara lain. Namun jika ditelisik lebih jauh ternyata kemajuan industrialisasi hanya tampak pada masyarakat perkotaan saja. Artinya, perkembangan modernitas kini hanya berlaku pada masyarakat perkotaan.
Dengan kata lain, realitas yang terjadi seperti diatas sangat jelas memperlihatkan ketimpangan antara masyarakat kota dan desa. Disinilah sekiranya pentingnya pembangunan dan pemekaran wilayah di pedesaan.
Bukti dari ketimpangan ini dapat dilihat bagaimana fenomena keinginan masyarakat pedesaan untuk berpindah kekota (urbanisasi) terus meningkat pesat setiap tahunnya...

Selengkapnya baca di sini...

https://tangerangonline.id/2016/02/04/ironi-negeri-agraris-di-tengah-arus-industrialisasi/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis dan Sepenggal Sajak Kerinduan

Dimuat di Jombloo.co : Menjelang senja, dia kembali datang meneror. Menyusup begitu saja. Menerobos sarang persembunyianku seenaknya. Menelisip di bawah kamar kost tua yang selama ini kuhinggapi. Meraung-raung di belakang punggungku. Memukul dinding-dinding purba di selataran Ciputat yang megah. “Sebagai aktivis, PR-mu tinggal satu,  menulis ”. Aku diam saja. Terpekur di kamar kost yang mampet dan bau. “Kau lihat ini”, Katanya sambil mengacung-acungkan lembaran kertas di depan hidungku. “Aku sudah menulis tentang berbagai hal. Kali ini, sudah 3650 kata, 14 halaman sudah kutorehkan” dan ia melempar-lempar kertas itu ke atas seperti pemain sirkus memainkan empat bola. Aku hanya meliriknya. “Ayolah, akhiri 100 angka ini dengan ciamik. Tunjukkan bahwa memang kau telah melewati segala proses. Demam yang menyerangmu. Kebuntuan yang nyaris membuatmu gila. Masa belum juga sampai pada tahap pencerahan?” Dia terus nyerocos sambil mengepulkan asap dari mulutnya yang sinis. Aku masih...

Memakai Tradisi Masyarakat Islam

dimuat di Rakyat Merdeka : BULAN suci Ramadhan adalah bulan yang sangat penting dalam agama Islam. Yakni bulan di mana kitab suci Al-Quran diturunkan. Bulan Ramadhan disebut bulan penuh rahmat, karena didalamnya umat Islam akan mendapat pahala yang berlimpah sesuai dengan amal perbuatan yang dilakukannya. Maka wajar apabila setiap muslim akan sangat merindukan bulan suci tersebut, termasuk muslim Indonesia. Beragam tradisi umat IslamIndonesia turut mewarnai datangnya bulan penuh ampunan ini. Diantaranya yang terkenal ialah tradisi  padusan, megengan, nyadran  dan  sungkeman . Ini merupakan sebagian kecil dari ragamnya tradisi kita.  Baca selengkapnya disini... http://www.rmol.co/read/2015/06/11/205818/Memakai-Tradisi-Masyarakat-Islam-

Kembali Kepada Gelap

Sudah selesai Senja ku singgahi Saatnya aku bergegas Waktunya pulang kepada gelap Dan menceritakan kehilangan Dalam teguh simpul keikhlasan Dan diantara hujan dan berisiknya kota Masih ada senja abadi Di sanalah kita belajar bahwa hidup tak pernah sempurna Ciputat, 03-03-2016