Langsung ke konten utama

Celah Kecurangan Inkumben di Pesta Demokrasi

Dimuat di rumahpemilu.org :
Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi, baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum.
Dalam sistem demokrasi, bentuk partisipasi masyarakat akan tampak jelas pada momen pemilihan umum dalam hal ini pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) yang akan diadakan secara serentak pada akhir tahun ini. Maka dari itu pemilihan umum dalam sistem demokrasi dikatakan sebagai pesta rakyat untuk berdemokrasi.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan jajarannya di Provinsi dan Kabupaten/Kota sebagai lembaga yang diberikan mandat untuk menyelenggarakan pemilihan kepala daerah, menyiapkan opsi peraturan yang mengatur keseluruhan pelaksanaan, mulai dari aturan-aturan kampanye hingga tata cara pemilukada, belumlah dapat menggaransi keutuhan demokrasi. 
Baca Selengkapnya disini...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis dan Sepenggal Sajak Kerinduan

Dimuat di Jombloo.co : Menjelang senja, dia kembali datang meneror. Menyusup begitu saja. Menerobos sarang persembunyianku seenaknya. Menelisip di bawah kamar kost tua yang selama ini kuhinggapi. Meraung-raung di belakang punggungku. Memukul dinding-dinding purba di selataran Ciputat yang megah. “Sebagai aktivis, PR-mu tinggal satu,  menulis ”. Aku diam saja. Terpekur di kamar kost yang mampet dan bau. “Kau lihat ini”, Katanya sambil mengacung-acungkan lembaran kertas di depan hidungku. “Aku sudah menulis tentang berbagai hal. Kali ini, sudah 3650 kata, 14 halaman sudah kutorehkan” dan ia melempar-lempar kertas itu ke atas seperti pemain sirkus memainkan empat bola. Aku hanya meliriknya. “Ayolah, akhiri 100 angka ini dengan ciamik. Tunjukkan bahwa memang kau telah melewati segala proses. Demam yang menyerangmu. Kebuntuan yang nyaris membuatmu gila. Masa belum juga sampai pada tahap pencerahan?” Dia terus nyerocos sambil mengepulkan asap dari mulutnya yang sinis. Aku masih...

Memakai Tradisi Masyarakat Islam

dimuat di Rakyat Merdeka : BULAN suci Ramadhan adalah bulan yang sangat penting dalam agama Islam. Yakni bulan di mana kitab suci Al-Quran diturunkan. Bulan Ramadhan disebut bulan penuh rahmat, karena didalamnya umat Islam akan mendapat pahala yang berlimpah sesuai dengan amal perbuatan yang dilakukannya. Maka wajar apabila setiap muslim akan sangat merindukan bulan suci tersebut, termasuk muslim Indonesia. Beragam tradisi umat IslamIndonesia turut mewarnai datangnya bulan penuh ampunan ini. Diantaranya yang terkenal ialah tradisi  padusan, megengan, nyadran  dan  sungkeman . Ini merupakan sebagian kecil dari ragamnya tradisi kita.  Baca selengkapnya disini... http://www.rmol.co/read/2015/06/11/205818/Memakai-Tradisi-Masyarakat-Islam-

Kembali Kepada Gelap

Sudah selesai Senja ku singgahi Saatnya aku bergegas Waktunya pulang kepada gelap Dan menceritakan kehilangan Dalam teguh simpul keikhlasan Dan diantara hujan dan berisiknya kota Masih ada senja abadi Di sanalah kita belajar bahwa hidup tak pernah sempurna Ciputat, 03-03-2016