Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sastra Amatir

Simpuh

Mencoba hilangkan rasa tanpa arti Berharap tanpa bayang mu dalam waktu Namun ternyata samar pun tak mampu Inilah aku yang terlalu rentan menyayangi Mengapa ku harus bersimpuh Untuk hal yang tak dapat ku sentuh.. Tangan ini terlalu kecil untuk menggapai mu yang terlalu tinggi Mungkinkah kau terlalu putih untuk ku angan..??? Ciputat, 13-3-2016

Cahaya Gerhana

Seperti gerhana matahri Cahayamu semakin pekat Meski tertutupi oleh sang bulan Menusuk cepat ke sanubari Persembunyian hati yang kokoh Biarkan saja bulan menutupi kita Karna cahayamu masih selalu menghidupiku Kost semanggi, 09-03-2016, 07.18 wib

Bila Esok Tiba

Bila esok tiba Aku ingin bergelayut pada rindu Memeluk utuhnya hatimu Yang kuselami dengan ragu Bila esok tiba... Aku ingin menggapai asamu Dan kuteguhkan ucapku Menyusuri keindahan ruang rindu Mengenalmu adalah kebangkitan hidupku Meski mengenangmu menenggelamkan inginku. Ciputat (kost bg sahrul), 07-03-2016, 1:58 wib

Kembali Kepada Gelap

Sudah selesai Senja ku singgahi Saatnya aku bergegas Waktunya pulang kepada gelap Dan menceritakan kehilangan Dalam teguh simpul keikhlasan Dan diantara hujan dan berisiknya kota Masih ada senja abadi Di sanalah kita belajar bahwa hidup tak pernah sempurna Ciputat, 03-03-2016

Bagian dari

Bagian paling manyakitkan saat mengingatmu Ialah rasa bersalahku Bagian paling menyedihkan saat bertemu Ialah rasa bersalahku Bagian paling menyesakkan hidup Ialah juga rasa salahku Maka, apapun yang kau lakukan kepadaku Akan kuterima dalam simpul kebersalahanku Dibalik itu Ada secuil bagian hidup yang paling membahagiakan Ialah bagian telah mengenal dirimu Kost bg sahrul, 19-02-2016, 22.31 wib

di Sisi Mushollah

Kau menemukanku dengan mata beratmu Di sisi Mushollah biasanya Bagaimana kataku, dan kau bilang: "Ayo bicara ditempat lain" Siang mulai diabaikan waktu Terik perlahan menuju mendung "Kamu jahat", kata matamu kepadaku Aku hanya merunduk Aku coba jelaskan maksudku Ingatan kembali kuremuk Dibalik Rindu yang bersembunyi entah mengapa tak ada yang bisa kukatakan "penat", Matamu kembali menyambarku Aku kehilangan diriku Diriku yang jelas tak menginginkan ini Jangankan kau.. Aku pun tidak percaya lagi dengan aku sendiri "Maafkan aku" pintaku. "aku sudah tidak ingin kenal siapapun", sahutmu Senin, 15-02-2016 Cipondoh.

Tidur Saja

Terbaring dalam pekatnya malam Pejaman matamu tampak tak ikhlas Sudahlah.. Tidur saja dengan jujur Jangan ada mimpi-mimpi yang dusta

Kembang Api

Terbang bersama... Melayang Menyala Hingga redup dan kemudian selesai yaahh... aku pernah menjadi kembang api untuk tahun barumu 31-12-2015 kost baru legoso (malam tahun baru)

Perut

gelap...buram... Ia pun bosan dengan kelaparan "sebenarnya, aku tak ingin berduka dan mengeluh lagi" Berontaak perut kepadaku Ciputat Kost, 10-12-2015, 23.17 wib

Senja Itu

Mentari kembali menepati janji Ufuk barat beracahaya merah pekat mengitari Ya.. Itu Simbol janji untuk pergi Meninggalkan bekas untuk para hati Bagiku itu adalah waktu kembali Sahabat baik untuk berbagi Bercerita mengenai keluh-kesah dalam sehari Senja itu sungguh menenangkan hati Indah memang, namun namanya juga senja Dalam sekejap ia tetap akan menjadi gelap Sunyi, sepi Aku penat Sekret PIUSH, ciputat, 08-12-15, 18.06 wib

Aku Paham Betul

Aku paham betul Bahwa kemerdekaan adalah potensi setiap insan Namun mengapa aku masih rela dianiaya Malah aku mengharapkannya Aku juga paham betul Bahwa aku seorang lelaki Egoku mengatakan seharusnya akulah sumber itu Tapi mengapa aku tak bisa melawanmu Kesetaraan mengkin? Tapi aku juga paham betul Bahwa kesetaraan berarti keseimbangan Tak ada yang terjajah dan dijajah Tapi mengapa aku masih menghampirimu Rasa-rasanya pengetahuanku tak ada artinya Aku paham betul Bahwa kau menginjakku, menganiayaku, menyobek-nyobek aku Namun, tetap saja aku ingin kau Aku paham betul Ciputat (sekretPiush), 31-nov-15, 00.42 wib

Wahai Malam

Wahai Malam... Bawalah Surat Rinduku Dan Bisikkan dalam sepi pada perempuanku Wahai Malam... Bawalah surat rinduku Dan bisikkan dalam gelap pada kekasihku Wahai malam... Bawalah surat rinduku Dan bisikkan dalam tidur pujaanku Wahai malam... Bawalah surat rinduku Dan bisikkan pada Tuhanku "Bahagiakanlah, setiap hati yang kurindu" Serang, 3.20 wib, 28 nov 2015 (sebelum NDP season2)

Bayangan itu

Tenggelam daku dalam lamunan Duduk terdiam memikirkan perempuanku Bayangannya menari-nari bebas Menghadirkan cerita dalam hati Maafkan daku raga tak dapat hadir Menahan sesak yang menyayat hati Bayangmu itu.. oh... Aku seperti kehabisan nafas Otw puncak, 20.40 wib. 21 nov 2015

Kesimpulanku

Kata ini bukan sebuah puisi Bukan prosa Bukan pula kata-kata indah yang menyentuh hati Kata ini hanya perwakilan rasa Tentang bagaimana indahnya mencinta Tetapi... Telah kukerahkan seluruh waktuku Keperas seluruh isi kepalaku Namun tak dapat kutemui kata yang mewakili Kesimpulanku.... Cinta tak dapat dinodai oleh kata.. Itu, dari sisi kata Dari sisi individu  aku bukanlah siapa-siapa Aku tak dapat seperti Rumi, Gibran dan Milan Kundera Tetapi kesimpulanku... Apalah artinya semua itu  jika garis senyum saja sudah begitu puitis bagiku.. dibacakan di Aula Insan Cita (AIC) 01-10-2015

jangan melawan

Bila Rindu Melanda Hati, pasrah saja, jangan melawan, kau akan kalah. Kost, 20.00, 26 juni 2015

Akhir

Saat pertama melihatmu kau buatku terpesona saat kuingin dekatimu  kau tak pernah mengerti kaulah wanita terindah yang tak bisa kumiliki semua tak berguna sia-sia kucukupkan sampai disini akhir pengorbanan mendapatkanmu karna kusadar  kubukanlah orang yang kau inginkan