Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

Kongres HMI Ambon, Kongresnya Generasi Milenial

Kesaktian Kongres HMI Betapapun besarnya Nurcholis Madjid, ia tetap lah kader HMI yang juga turut terlibat dalam beberapa kongres HMI. Bahkan, tanpa perhelatan kongres HMI, Cak Nur mungkin saja tidak akan segemilang sekarang. Cak Nur bisa disebut satu-satunya kader HMI yang namanya semakin tahun semakin memancar di Indonesia. Bayangkan, betapa saktinya kongres organisasi tua itu. Dikukuhkannya Cak Nur sebagai Ketua Umum PB HMI pada 1967 jadi peristiwa monumental karena tidak ada preseden dalam sejarahnya, HMI dipimpin oleh kader yang bukan berasal dari universitas sekuler, melainkan justru dari universitas Islam yang menguasai khazanah keilmuan Islam dan mewarisi tradisi politik Masyumi. Kongres selanjutnya, kongres HMI 1969 di Malang, Cak Nur justru harus berpulang bukan dengan ekspresi wajah bahagia karna terpilih kembali sebagai satu-satunya ketua umum HMI dua periode (1967-1969 dan 1969-1971), melainkan justru dengan perasaan sedih, sebab Cak Nur samasekali tidak menginginkan di...

Pewaris Absah Intelektual Cak Nur

Bangsa besar ini diberkahi Tuhan dengan 17 maret tahun 1939. Hari itu adalah hari kelahiran Nurcholis Madjid (Cak Nur) yang berhasil “memodern”kan Islam Indonesia. Kelahiran Cak Nur menjadi bukti absah bahwa nikmat Tuhan manalagi yang harus kita dustakan. Andaikan saja tidak ada Cak Nur sebagai pendobrak dan pembuka pintu ijtihad, kebebasan literasi dan wacana keilmuan khususnya dalam Islam belum tentu terbuka lebar seperti sekarang ini. Tanpa Cak Nur, bisa saja golongan radikal yang dikhawatirkan saat ini sudah lebih dulu menguasai Indonesia. Maka bila masih ada segelintir orang yang nyinyir tentang Tokoh besar simbol pembaharu Islam itu bisa diduga mereka buta huruf sehingga tidak mau membaca sumber-sumber yang sudah tersedia. Cak Nur lahir dari orangtua yang kental dengan Agama. Besar di dunia Pesantren di bawah asuhan para Kyai-Kyai besar. Gelisahnya bertumbuh jadi semangat bertarung melawan kejumudan, yang menindas agama dan bangsanya seenak jidat. Usia belasan tahun ...

Masih Tentang Ruang dan Tuhan yang Sebenarnya

Beberapa teman minggu ini seringkali menghubungi saya terkait tulisan saya tentang Ruang yang menurut saya adalah Tuhan yang sebenarnya. Teman-teman saya tersebut, seolah menuntut dan menanti jawaban saya perihal tulisan tersebut. Mungkin emosi teman-teman sudah campur aduk tak karuan, karena sudah lama menunggu jawaban kepastian dari saya sampai lumut tumbuh di dinding waktu.  Kepedean  saya bukan tanpa alasan sebab tulisan saya tersebut, beberapa kali menjadi obrolan hangat di qureta melalui tanggapan-tanggapan yang baik dari teman-teman penulis. Melihat semua tanggapan teman-teman, jujur saja perasaan saya pun bercampur aduk; antara senang dan gelisah. Senang sebab artinya tulisan saya dibaca, dipahami dan ditanggapi. Saya berada di level tertinggi kebahagiaan ketika saya melihat ternyata masih ada kawan-kawan yang rela menghabiskan waktu dan tenaganya untuk membela saya. Apalagi ketika abang Ramdhany dalam Subjudul tulisannya secara jelas menuliskan “tanggapan atas...

Sekali Lagi Tentang Ruang dan Tuhan yang Sebenarnya

“Ruang adalah Tuhan yang Sebenarnya”   merupakan tulisan pertama saya di Qureta. sebuah tulisan yang sebenarnya merupakan hasil perenungan kawan-kawan diskusi saya di PIUSH. Entah apa yang menarik dari tulisan tersebut, saya tidak mengerti. Namun yang patut disyukuri dengan segelas kopi ialah fakta bahwa tulisan tersebut dibaca, dipahami, hingga kemudian ditanggapi dengan baik. Saya ucapkan terimakasih. Terlebih dahulu saya memohon kepada Tuhan yang Maha Entah (YME) agar diberi petunjuk sehingga usaha ini setidaknya dapat menjadi jawaban atas kekurangan-kekurangan pada tulisan sebelumnya. Semoga Tuhan yang menjadi inti “permasalahan” kita ini memberi taufik serta hidayahnya kepada kita semua. Sekiranya telah tertera sebelumnya bahwa, Ruang yang saya maksud bukanlah ruang pada pengertian umumnya seperti ruang makan, ruang tamu, kamar dll. Namun, Ruang yang saya sebut sebagai Ruang Kosong itu adalah ruang sebagai Genus   (جنس)  diantara segala hal. Ruang yang mewa...

Ruang adalah Tuhan yang Sebenarnya

Kebanyakan manusia umumnya memahami dan mengenal Tuhan sebagai sosok. Sosok yang dapat mengatur kehidupan. Sosok yang memiliki kekuatan melebihi dari apa dan siapapun. Dengan kehendaknya, apa yang mustahil, bahkan tidak terpikirkan sekalipun oleh manusia, dapat terjadi dengan hanya menyebut   “kun” . Dari sudut pandang psikologi agama, hal demikian bukanlah permasalahan substansial yang berarti. Mengingat corak pikir manusia memang demikian adanya. Namun dari sudut pandang itu pula kita mengetahui bahwa seiring pertumbuhan usia manusia menjadi lebih dewasa, dalam pencariannya manusia mulai akan kembali mempertanyakan sistem kebertuhanan yang selama ini dijalani. Di sinilah kebanyakan manusia menemukan pengenalan dan pemahamannya akan Tuhan. Dari yang sebelumnya selalu menggambarkan Tuhan sebagai wujud sosok yang berkekuatan dahsyat, menjadi lebih rasional sesuai dengan ilmu pengetahuan yang diperolehnya. Sekiranya, ada banyak jalan untuk mengenal Tuhan seperti jalan ...

Filsafat Cinta; Sebuah Perenungan akan Rahasia Tuhan

Dimuat di Mahasiswabicara.com  : “HIDUP YANG TAK DIRENUNGKAN TAK LAYAK UNTUK DIJALANI , ” SOCRATES . Tulisan ini dikhususkan kepada anak muda untuk melakukan perenungan filsafat mengenai cinta dan hal-hal yang berhubungan dengan perasaan.  Wabilkhusus  untuk kelompok mahasiswa yang sedang ikhtiar mengejar cinta, tulisan ini akan membawa  anda menuju alam pikiran yang jauh lebih cerdas dan berintelektual, meski dari hari ke hari anda selalu mengalami tekanan psikologis. Begini. Syarat utama yang harus ada dalam konsep cinta adalah subjek yang mencintai dan objek yang dicintai. Tidak ada proses mencinta yang tidak memiliki dua kutub ini. Dengan dua kutub ini, proses-proses kesadaran manusia akan cintanya diekspresikan melalui bahasa. Bahasa adalah simbol yang memungkinkan manusia mengambil jarak terhadap realitas termasuk realitas hati manusia itu sendiri. Artinya, manusia telah menjadikan bahasa tersebut sebagai suatu objek tersendiri. Oleh karena itu, int...

Ayo Nongkrong di Besment Rektor UIN Jakarta

Dimuat di Mahasiswabicara.com  : Sulit bagi saya untuk tidak menyertakan  Basement  Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah sebagai  spirit of human being . Saya jatuh cinta pada tempat ini karena pada beberapa derajat, ia jauh lebih mendewasakan dan mencerdaskan daripada apa yang dilakukan Pak Rektor kepada saya. Mungkin  basement  adalah ibu saya yang lain. Berkali-kali dibuat jatuh cinta, dibuat marah, dibuat patah hati, berkali-kali juga saya dibuat tak berdaya dan bersimpuh diam ketika dunia sudah kepalang brengsek. Di  basement  itu saya menemukan terlalu banyak alasan untuk menjadi sebenar-benarnya manusia. Tentang bagaimana tempat ini memejalkan keinginan membaca saya pada titik paling tinggi, juga tentang bagaimana di tempat ini saya menemukan manusia-manusia getir yang begitu optimis menjalani hidup. Lebih dari itu, tempat ini adalah tempat dimana setiap kenangan bermuara hingga berujung haru. Tentu saja terlalu banyak hal...

Izinkan Saya Merokok di Kampus Pak Rektor

Dimuat di Mahasiswabicara.com  : Selamat pagi, Pak Rektor UIN Jakarta Dede Rosyada yang sehat sentosa dan terbebas dari asap rokok. Saya  nggak  perlu berkenalan lagi ya pak. Bapak hanya harus tahu kalau saya ini pengagum bapak, titik. Jujur saja ini masalah yang dari dulu ingin saya sampaikan, khususnya soal larangan merokok di kampus bapak. Saya mengagumi betul kampanya-kampanye anti rokok yang bertebaran di kampus. Banner anti rokok yang ada di setiap fakultas itu begitu menggugah dan penuh motivasi sehingga membuat saya selalu merasa super tiap bangun pagi. Tapi entah mengapa melihat larangan-larangan merokok di wilayah kampus itu, beberapa kali mengganjal di lubuk hati saya yang paling dalam, Pak. Terutama soal denda 50 ribunya. Saya tidak menemukan adanya alasan-alasan kuat mengapa merokok dilarang di kampus. Justru saya melihat hal-hal positif andai saja merokok dihalalkan di UIN Syarif Hidayatullah. Jadi begini Pak Dede yang paru-parunya bersih dan jantu...

Kebebasan Tak Pantas Dimusuhi

Dimuat di Islamlib.com ABAD milenium kini, merupakan masa dimana kebebasan membuktikan kemenangannya dari berbagai aspek dalam lintasan  sejarah. Kebebasan membuktikan bahwa ia merupakan hal yang tidak bisa dipaksa untuk tidak dimiliki seorang manusia.  Apabila kebebasan tak dihadirkan, maka yang muncul ialah penjajahan dan penindasan kemanusiaan. Hal ini sudah menjadi konsekuensi logis berdasarkan fakta sejarah. Dengan begitu perlahan akan muncul mesin kekuasaan absolut yang bergemuruh dan selalu ingin menggilas, mulut dibungkam dan perasaan dibekukan, pikiran jernih ditenggelamkan dan Nurani tidak diberi tempat. Kehidupan serba was-was, penuh selidik dan kecurigaan. Namun dibalik itu semua, di masa sekarang masih saja banyak ditemui orang-orang yang tidak menginginkan bahkan memusuhi kebebasan. Selengkapnya baca di sini... http://islamlib.com/gagasan/kebebasan-tak-pantas-dimusuhi/ Baca juga.... http://www.rmol.co/read/2016/01/19/232474/Menyoal-Kebebasan-di-Kalang...

Memperbaiki Pola Pikir Lewat Filsafat Ilmu

Dimuat di Islamlib.com  : Menyoal Filsafat Ilmu Pengetahuan Kata filsafat pertama kali digunakan oleh Phitagoras. Secara bahasa, filsafat diambil dari kata philo dan sofi yang berarti cinta akan kebijaksanaan. Sedangkan secara istilah, para filsuf selalu berbeda pendapat ketika menjawab definsi secara istilah ini. Bahkan, para filsuf kontemporer dewasa ini dalam tulisan-tulisannya sudah tidak ada lagi yang mengawali pembahasan filsafat dengan definisi. Tetapi, meski dirasa masih belum memuaskan, filsafat secara sederhana dapat diartikan sebagai berpikir menurut tata tertib dengan bebas dan sedalam-dalamnya, sehingga sempai kedasar suatu persoalan. Filsafat terdiri dari tiga bagian yaitu ontologis (theory of being), epistemologis (theory of knowledge), dan aksiologis (theory of velue). Filsafat Ilmu adalah bagian dari rumpun filsafat. Lantas dimana posisi filsafat ilmu dari cabang-cabang filsafat tersebut? Selengkapnya baca di sini... http://islamlib.com/kajian/memperba...

Curhat Terbuka untuk Rektor UIN Jakarta

Dimuat di Mahasiswabicara.com  : Dear pak Rektor UIN Jakarta, Prof Dede Rosyada Assalamualaikum pak.. Gimana kabarnya? Semoga bapak selalu dalam kondisi sehat wal afiat. Sebelumnya perkenankan saya untuk terlebih dahulu mengenalkan diri. Saya Dedy Ibmar pak, mahasiswa Aqidah Filsafat UIN Syarif Hidayatullah yang bapak komandoi itu. Sekadar bapak cuktau (cukup tau) saya ini mahasiswa pengagum setia bapak. Bukan tanpa sebab pak, saya melihat dalam diri bapak tercermin nilai-nilai filosofis serta idealisme yang tinggi dibanding rektor-rektor lain seantero nusantara. Pertama begini pak, saya kira bapak adalah salah satu Rektor penganut eksistensialisme Sartre. Di saat rektor-rektor sebelum bapak seperti Azyumardi Azra dan Komaruddin Hidayat dianggap sebagai cendikiwan muslim yang tulisan-tulisannya tersebar keberbagai media cetak, bapak memilih untuk berbeda dari mereka. Saya tahu bahwa bapak bukannya tidak bisa menulis atau berceramah dilayar-layar TV, melainkan ba...

Menulis dan Sepenggal Sajak Kerinduan

Dimuat di Jombloo.co : Menjelang senja, dia kembali datang meneror. Menyusup begitu saja. Menerobos sarang persembunyianku seenaknya. Menelisip di bawah kamar kost tua yang selama ini kuhinggapi. Meraung-raung di belakang punggungku. Memukul dinding-dinding purba di selataran Ciputat yang megah. “Sebagai aktivis, PR-mu tinggal satu,  menulis ”. Aku diam saja. Terpekur di kamar kost yang mampet dan bau. “Kau lihat ini”, Katanya sambil mengacung-acungkan lembaran kertas di depan hidungku. “Aku sudah menulis tentang berbagai hal. Kali ini, sudah 3650 kata, 14 halaman sudah kutorehkan” dan ia melempar-lempar kertas itu ke atas seperti pemain sirkus memainkan empat bola. Aku hanya meliriknya. “Ayolah, akhiri 100 angka ini dengan ciamik. Tunjukkan bahwa memang kau telah melewati segala proses. Demam yang menyerangmu. Kebuntuan yang nyaris membuatmu gila. Masa belum juga sampai pada tahap pencerahan?” Dia terus nyerocos sambil mengepulkan asap dari mulutnya yang sinis. Aku masih...

Indonesia Sebagai Pusat Peradaban, Mungkinkah ?

Dimuat di Republikaonline.co.id  : Semakin tahun, dunia fana ini akan semakin bising. Pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri di dunia nyata, dan terutama banjir suara di dunia maya. Perkembangan teknologi digital semakin hari semakin meriah. Segala yang fisik didigitalkan. Termasuk, keributan-keributan yang tadinya hanya berada di pojokan, di sudut-sudut peradaban, kini semuanya merangsek ke tengah. Keributan itupun menyeruak dan saling berebut perhatian. Setelah tahun politik 2014, yang memang khittahnya menjadi tahun panas, 2015 yang tadinya diprediksi (atau diharapkan?) banyak pakar akan sedikit mendingin ternyata semakin penuh keonaran. Tiada hari tanpa isu panas di media sosial... Baca selemgkapnya di sini... http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/16/01/04/o0er04336-indonesia-sebagai-pusat-peradaban-dunia-mungkinkah-terwujud-pada-2016